Brama Kumbara Modern

pementasan sanggar semu dengan judul "Brama Kumbara Modern".

Wali in final fantasy

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 25 Mei 2011

Bunda

Dari bilik bambu kutengok bunda
Kulihat derai air mata mengalir deras tak terbendung 
Sambil membelai adik kecil bersemayam damai
Yang sebentar lagi menyapa dunia
Waktu itu hamparan sajadah dan Kitabullah masih menengadah menatap atap

Bunda
Ada apa dengan bunda?

Hati semakin bertanya akan bunda
Kutempel telinga di balik bilik
Kudengar rintihan bunda merajut harapan buat adhek kecil
“cintaku, akankah bunda diberi kesempatan melihat senyummu ketika engkau lahir kelak?
Cintaku, torehkan tinta bersama ridhoNya
   Dalam mengarungi hidup yang penuh warna warni dunia”


Totalitas, Bukan Berarti Bebas Berekspresi

Seni merupakan Ungkapan perasaan seseorang yang dituangkan kedalam kreasi dalam bentuk gerak, rupa, nada, syair, yang mengandung unsur-unsur keindahan, dan dapat mempengaruhi perasaan orang lain, begitulah setidaknya definisi seni berdasarkan hasil googling :-). Seni mempengaruhi cara pandang seseorang mengenai suatu hal. Oleh karena besarnya pengaruh seni dalam mempersepsikan sesuatu maka seharusnya seni diarahkan pada hal-hal yang membawa kemahslahatan umat.
Dalam menampilkan karya seni berusahalah berekspresi seluas-luasnya dan total dalam berkarya tetapi bukan berarti total tanpa batas. Kita harus mengetahui batasan moral maupun agama. Sebagaimana Sanggar SEMU yang selalu menampilkan karya yang berada dalam jalur dakwah seperti Pentas Teater Ambisi, Brama Kumbara Modern, Wali in Final Fantasy of Java.
















Senin, 07 Februari 2011

apa sich sanggar semu itu??

Sanggar SEMU adalah sebuah organisasi dan wadah kreasi bagi insan insan muda MTA (Majelis Tafsir Al Qur’an) yang hendak menyalurkan bakatnya dalam hal kesenian. Berdirinya sanggar semu ini tidak lepas dari peran dua orang pemuda yakni sdr.Tri Wahyudi (Yudhi Maulana ) dan sdr. Wawan arijal (John Wage Saleh) yang dengan gigih dan tanpa kenal kata menyerah berhasil mendirikan sebuah sanggar wadah kesenian yang bernuansa islami, 

dalam perkembangannya sanggar semu telah menorehkan prestasi yang cukup luar biasa dengan tiga kali melakukan pementasan teatrikal drama realigi, mulai dari ambisi, brama kumbara,  dan yang terakhir adalah wali in final fantasy

Sejarah berdirinya sanggar Semu adalah berawal menjadi salah satu sub bidang dari organisasi JOGJAJE (jogja jamaah excellent) yakni organisasi pemuda MTA jogja lalu merambah ke kota kota lain seperti semarang dan Surakarta, dan juga  merangkul IMAMTA (ikatan mahasiswa MTA ) yang ada disurakarta, dan sekarang ini sanggar semu akan bersiap siap menjadi organisasi yang mandiri dibawah naungan yayasan Majelis Tafsir Al Qur'an pusat secara langsung , sehingga jaringan serta ruang geraknya akan semakin besar. 

Banyak hal yang akan kalian dapatkan jika hendak bergabung bersama sanggar ini, mulai dari seni peran, seni sastra,seni suara,  sampai seni  yang menggunakan media digital, dan kesemuanya itu tidak lain hanyalah sebagai salah satu bentuk dakwah islam yang dapat kami perjuangkan melalui media ini   

karya Karya Kita

Inilah beberapa karya yang telah sanggar semu torehkan:

Pentas Drama realigi I  :  AMBISI
 (poster menyusul )
Pentas Drama Realigi II : Brama Kumbara Modern
poster brama kumbara

Pentas Drama Realigi III : Wali In Final Fantasy
Wali in Final Fantasy of Java