Dari bilik bambu kutengok bunda
Kulihat derai air mata mengalir deras tak terbendung
Sambil membelai adik kecil bersemayam damai
Yang sebentar lagi menyapa dunia
Waktu itu hamparan sajadah dan Kitabullah masih menengadah menatap atap
Bunda
Ada apa dengan bunda?
Hati semakin bertanya akan bunda
Kutempel telinga di balik bilik
Kudengar rintihan bunda merajut harapan buat adhek kecil
“cintaku, akankah bunda diberi kesempatan melihat senyummu ketika engkau lahir kelak?
Cintaku, torehkan tinta bersama ridhoNya
Dalam mengarungi hidup yang penuh warna warni dunia”








0 komentar:
Posting Komentar